Halaman

Selasa, 14 Agustus 2012

PESAN DAGING BALADO DAN KERIPIK KENTANG

DAGING BALADO DAN KERIPIK KENTANG LEBARAN: 
PERSIAPAN AKHIR BULAN PUASA, LEBARAN, PASCA LEBARAN, DAN HARI-HARI LAINNYA


Ditinggal pembantu mudik, teman-teman kuliah dan teman-teman organisasiku tidak merasa panik. Mereka yang senang makan DAGING BALADO memenuhi kebutuhan lauk pauk keluarga dengan  memesan DAGING BALADO dan KERIPIK KENTANG asam, pedas, manis, asin buatan Ibu Menik, Ibu Janda binaanku. Keduanya bisa disimpan lama dan tingkat kepedasannya bisa diatur pada saat pemesanan.

DAGING BALADO



Gambar di atas adalah DAGING BALADO siap saji dari 1 kilo daging sapi mentah. 

Harga: Rp200.000 + ongkos kirim (OKI)

Misi kami adalah menyediakan makanan sehat berkualitas untuk masa depan masyarakat Indonesia yang sehat. Tidak ada sedikitpun bahan pengawet kimia kami pakai pada masakan kami. Teknik memasak khusus, kualitas daging nomor satu atau nomor dua (tergantung ketersediaan bahan), dan minyak goreng kemasan kualitas baik berperan penting menjaga kualitas keawetan masakan kami. 

KERIPIK KENTANG asam, asin, pedas, manis


Gambar di atas adalah KERIPIK KENTANG SIAP saji dari 1 kilo kentang. 

Harga: Rp40.000 + ongkos kirim (OKI)

Kami siap melayani pesanan setiap hari, lebaran atau non-lebaran. Khusus untuk lebaran, pesanan terakhir diharapkan diterima tanggal 16 Agustus 2012. Jika TIKI dan JNE sudah tidak beroperasi karena libur lebaran, pemesan bisa mengambil langsung di Jalan Margonda, Depok, dekat Toko Buku Gramedia. 

Misi utama kami adalah menyediakan makanan sehat berkualitas untuk masa depan masyarakat Indonesia yang sehat. Tidak ada sedikitpun bahan pengawet kimia kami pakai pada masakan kami. 
Teknik memasak yang baik, kualitas bahan bagus, kentang Dieng, minyak goreng kemasan nomor satu atau dua, tanpa pengawet, pewarna atau perenyah. Yang membuat masakan kami tahan lama terutama pengawet alaminya: gula, garam, asam, plus teknik memasak khusus

Pesan-pesan, dapat makanan berkualitas baik sekaligus membantu pendapatan Ibu Menik. 


Narrated Abu Huraira (Radi-Allahu 'anhu): The Prophet (Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam) said, "The one who looks after a widow or a poor person is like a Mujahid (warrior) who fights for Allah's Cause, or like him who performs prayers all the night and fasts all the day." (The Prophet Muhammad, Hadith Bukhari Vol 7 No 265)


Keren kan?

Yuk segera pesan ke aku: 
HP: 0816 144 7859
FB: Suriyah Yayah Manisz

Pesanan minimal 1 kilo, banyak juga boleh, ke seluruh Indonesia

Maree maree . . 


Yayah
Depok, 15 Agustus 2012 
Untuk Indonesia yang lebih baik







Kamis, 09 Agustus 2012

Bacaan Shalawat, Sayyidina or Not?

Bacaan Shalawat, Sayyidina or Not?


"Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.”

Bershalawat itu apa sih? Shalawat dari Allah berarti RAHMAT dari Allah. Shalawat dari malaikat berarti permohonan ampunan dari malaikat kepada Allah untuk orang-orang beriman. Dan shalawat dari orang-orang beriman berarti doa supaya diberi RAHMAT.  Jelaskah? Hemm, yuk lanjut, maree . .

Lalu, kenapa orang-orang beriman musti bershalawat kepada Nabi sih? Bukannya Beliau sudah mulia, sudah sangat dekat dengan Allah, sudah tidak perlu doa-doa kita lagi?

Memang benar demikian adanya. Bershalawat kepada Nabi Muhammad bukanlah karena Muhammad (Allahumma shalli ‘alaih) memerlukan doa kita, tetapi bershalawat itu perintah Allah kepada orang-orang beriman.

Sebagai pelaksanaan perintah, nilainya ibadah dong. Yang mendoakan akan mendapat balasan dari Allah berupa RAHMAT dan para malaikat akan memohonkan ampunan kepada Allah atas orang-orang beriman yang bershalawat kepada Nabi.
Sip?  . . Sip!

Dasar hukumnya? Quran Hadits so pasti . .
1.                   Allah ta’alaa berfirman, direkam dalam Al-Quran: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Quran Surat Al-Ahzaab: 56)

Ada banyak hadits kok yang menguatkan perintah bershalawat kepada Nabi di atas.

2.                    “Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan bershalawat (memberikan RAHMAT) kepadanya sepuluh kali karena sebab satu shalawat tadi.” (Rasulullah SAW, Hadits Riwayat muslim, dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash ra)

Nha, sekarang kita sudah tahu tentang pentingnya shalawat dan dasar hukumnya. Jadi, begitu nama Muhamamd disebut, langsung baca shalawat.

3.                   “Manusia yang paling utama bagiku pada hari kiamat ialah orang-orang yang banyak bershalawat kepadaku.” (Rasulullah SAW, Hadits Riwayat Tirmidzi, dari Ibnu Mas’ud ra)

4.                   Dari Aus bin Aus ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari itu, sebab sesungguhnya bacaan shalawat kalian disampaikan kepadaku.” Lalu shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami sampai kepadamu sedangkan jasadmu telah hancur?” Dalam sebagian riwayat disebutkan ‘sedangkan jasadmu hancur bercampur tanah?’ Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk memakan tubuh para nabi.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

5.                   Begitu pentingnya perintah bershalawat dari Allah, diterangkan dalam hadits berikut: “Terhinalah (celakalah) orang yang di waktu namaku disebut di sisinya, dia tidak mau bershalawat kepadaku.” (Muhammad SAW, Hadits Riwayat Tirmidzi)

6.                   “Janganlah kalian jadikan kuburku sebagai tempat berhari raya (perayaan dan tempat bergembira). Bershalawatlah kalian kepadaku karena sesungguhnya bacaan shalawat kalian sampai kepadaku di mana saja kalian berada.” (Muhammad SAW, Hadits Riwayat Abu Dawud)

7.                   “Tidak ada seorangpun yang bershalawat/memberi salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku, sehingga aku menjawab salam orang itu.” (Muhammad SAW, Hadits Riwayat Abu Dawud)

8.                   “Orang kikir adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya dia tidak mau bershalawat kepadaku.”  (Muhammad SAW, Hadits Riwayat Tirmidzi)

9.                   Dari Fadhalah bin ‘Ubaid ra, berkata: Rasulullah SAW pernah mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya, tetapi ia tidak mengucapkan pujian kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabi SAW. Maka Rasulullah berkata: “Tergesa-gesa sekali orang ini. Kemudian orang itu beliau panggil. Nabi SAW lalu berkata kepada orang itu dan kepada orang lain: Jika salah seorang dari kalian hendak berdoa, hendaklah memulai dengan mengucapkan pujian kepada Tuhannya Yang Maha Suci dan puji-pujian pada-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi SAW, selanjutnya ia boleh berdoa dengan apa yang dikehendakinya.” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

10.               Dari Abu Muhammad, yaitu Ka’ab bin ‘Ujrah ra, dia berkata, “Nabi SAW keluar kepada kami, lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah, kami tahu bagaimana cara bersalam kepadamu, tetapi bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau SAW bersabda: “Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shalaita ‘alaa aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa  baarakta ‘alaa aali Ibrahiim, innaka hamiidum majiid. (Wahai Allah, berikanlan RAHMAT kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan RAHMAT kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Wahai Allah, berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.” (Muttafaqun ‘alaih)

11.               Dari Abu Mas’ud al-Badri ra, dia berkata: “Rasulullah SAW datang kepada kami yang sedang dalam majlis Sa’ad bin ‘Ubadah, lalu Basyir bin Sa’ad berkata kepada beliau SAW: ‘Allah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, wahai Rasulullah. Bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu? Rasulullah SAW lalu diam hingga kami menyesalkan alangkah baiknya kalau tadi Basyir tidak bertanya kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: ‘Ucapkanlah Allahmumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Kamaa shalaita ‘alaa Ibrahim. Wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa aali Ibrahim. Innaka hamiidum majiid.” Sedangkan salam, sebagaimana kalian telah ketahui bersama.” (Hadits Riwayat Muslim)

12.               Dari Abu Humaid as-Sa’di ra, dia berkata: “Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu? Beliau SAW bersabda: “Ucapkanlah Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyaatihi. Kama shalita ‘alaa Ibrahiim. Wa baarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi. Kamaa baarakta ‘alaa Ibrahiim innaka hamiidum majiid. (Wahai Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri serta keturunan-keturunanya sebagaimana Engkau telah memberikan kesejahteraan kepada Ibrahim. Dan berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri serta keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih)

Mungkin ada pendapat yang berbeda tentang ucapan shalawat kepada nabi. Jika kita menemukan hal demikian, pegangan kita adalah Allah dengan merujuk ke Quran dan Rasulnya dengan merujuk ke Hadits.

13.                “Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu urusan agama, kembalikanlah kepada Allah (Quran) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Akhir.“ (Quran Surat An-Nisaa’: 59)

Temans, sekian dulu yah. Aku masih pengin info tentang pengggunaan “Sayyidina” sih. Selama ini shalawat yang aku yakini benar dan tidak mengandung bid’ah adalah yang tersebut di atas itu.

Kalau ada kebenaran, itu karena Allah. Kalau ada kesalahan, itu dari kekuranganku sendiri. Aku terus berusaha belajar, semoga diberi jalan oleh-Nya, aamiin.


Sumber:
1.                   Quran Terjemahan, Penerbit Pena, 2006, Surat Al-Ahzaab: 56 dan Surat An-Nisaa’: 59)
2.                   Kitab Riyadlus Shalihin, Pustaka As-Sunnah, hal. 919 – 924.

OKE?  . . . maree maree . .


Yayah
Depok, 10 Agustus 2012
Untuk Indonesia yang lebih baik

Kamis, 02 Agustus 2012

Imsak, Peristiwa Thaif/Thoif, dan Tebu Ireng

Imsak, Peristiwa Thaif/Thoif, dan Tebu Ireng



Puasa Romadlon/Ramadhan merupakan salah satu pilar Islam. Hukumnya wajib. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Puasa dimulai ketika terbit fajar dengan ditandai adzan shubuh, bersandar pada Al-Quran berikut: “Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Nha, tetapi ada Imsak. Bagaimana itu?

Perihal penetapan  imsak oleh para ulama, maree kita ulas beberapa peristiwa berikut. Ulama adalah orang yang berilmu agama Islam yang mumpuni. Dia bertanggungjawab memberi jawaban atas kebutuhan umat. Dalam ketetapan-ketetapannnya, ulama bersandar pada Al-Quran dan Hadits.

Ketika membangun Pesantren Tebu Ireng, KH Hasyim Asyhari tidak mengusir orang-orang yang berjudi di sekitarnya. Dibiarkannya orang-orang itu berjudi tanpa gangguan dari para orang-orang yang sudah paham agama Islam kala itu. Dasar hukumnya: peristiwa pelemparan batu kepada Muhamamd SAW oleh orang-orang kafir Thaif/Thoif, hingga Muhhamad  berdarah-darah di pelipis dan gigi beliau juga patah. Pada peristiwa Thoif itu Muhammad tidak marah, tetapi mendoakan semoga mereka atau anak cucu mereka nanti masuk Islam. Karena penderitaan Muhammad yang begitu dhasyat, Jibril bersedia melemparkan sebuah gunung di Thoif ke orang2 kafir itu, jika diminta Muhammad. Tetapi Muhammad tidak setuju usulan Jibril itu. Muhammad malah berkata: ‘Mereka tidak/belum tahu.”

Kembali ke peristiwa Tebu Ireng, orang-orang itu berjudi karena mereka belum tahu ajaran Islam yang baik yang melarang judi. Baru setelah Pesantren Tebu Ireng berdiri, syiar Islam berjalan, puluhan ribu masyarakat belajar Islam dan mengerti Islam.

Dalam kaitan penentuan imsakpun demikian, bahwa ulama membuat kesepakatan untuk kebaikan umat. Puasa adalah ibadah yang luar biasa penting. Saking pentingnya, bahkan tak tergantikan kapanpun apapun jika kita meninggalkannya tanpa alasan yang dibenarkan agama. Maka untuk menghindari batal puasa gara-gara makan sahur tak terkontrol, ditetapkanlah imsak. Dan itu sunnah, bukan wajib. Masyarakat kita masih awam. Banyak yang belum mau belajar agama Islam, dan sedikit-sedikit menyalahkan, siapa saja yang dianggapnya tidak sesuai dengan yang “didengar”, bukan yang dibaca dari Quran dan Hadits. Dalam hal imsak, ketetapan ulama kita relevan.

Dasar hukum Imsak adalah kebiasaan Muhammad SAW berhenti sahur 10 menit-an sebelum shubuh untuk baca 50-an ayat Quran. Jadi, tidak ada alasan bagi kita menghujat ulama karena penetapan Imsak. Ikuti sunnah nabi saja. Semakin pintar, semakin tidak asal "njeplak" dan menghujat. Hupppsss . . . apa itu "njeplak"? Hahaha . . .

Baiklah! 


Islam itu lembut. Tidak ada paksaan untuk masuk Islam. Banyak orang masuk Islam karena keindahan Islam

Selamat berpuasa. Semoga Allooh menerima ibadah-ibadah wajib dan ibadah sunnah kita, aamiin


Maree maree . .

Yayah
Depok, 3 Agustus 2012
Untuk Indonesia yang lebih baik

Minggu, 29 Juli 2012

RESEP KEPITING SAUS PADANG ala Yayah manisz

RESEP KEPITING SAUS PADANG ala Yayah manisz





- dengan tomat - enak (maaf, masih belajar motret makanan)

Kabar gembira buat para Pecinta Kepiting.

Kamu mau makan Kepiting segar berkualitas dan murah? Coba deh masak sendiri: murah sampai 1/6 – 1/10 harga di gerai makanan. Selain itu, kualitas so pasti OK punya, bahkan mungkin lebih OK dari kualitas Kepiting di gerai-gerai makanan. Bikinnya gampang banget. Siap ya . .

Bahan utama:
1.       2 kg Kepiting gemuk segar, boleh juga yang masih hidup, dibersihkan seluruh badannnya, dibuang kembennya (Tahu kemben kan? Itu lho, tempat menyimpan telur untuk kepiting perempuan. Tapi kemben di sini cuma istilah, berlaku untuk Kepiting cowok-cewek), lalu potong menjadi dua bagian. Kepiting dengan kualitas di atas rasanya enak, manis, kenyal, dan tahan lama alias tidak gampang basi sampai beberapa hari jika dimasak dengan bumbu-bumbu ini.
2.       ½ liter air, didihkan

Bumbu yang dihaluskan bersama:
1.       20 butir cabe rawit putih atau 10 butir cabe rawit merah segar
2.       10 besar siung bawang merah
3.       5 siung besar bawang putih
4.       ¼ butir nenas atau 2 butir tomat besar
5.       1 batang sereh
6.       1X2cm jahe

Bumbu tambahan:
1.       300 ml kecap Heinz
2.       1 sendok makan gula putih
3.       Penyedap sesuai selera, tidak wajib

Memasaknya super mudah:
1.       Masukkan semua bumbu  halus dan bumbu tambahan ke dalam air mendidih di atas api sedang. Aduk pelan-pelan kurang lebih 5 – 10 menit sampai bumbu harum.  
2.       Besarkan api, masukkan kepiting, bolakbalik pelan  hingga semua cangkang kepiting berwarna merah.
3.       Atur api menjadi sedang kembali, biarkan bumbu meresap dan kepiting matang sempurna selama kurang lebih 15 menit atau sampai bumbu mengental.

Dan . . Kepiting Bumbu Saus Padang ala Yayah Manisz siap dinikmati.
Gampang kan?
- dengan nenas - uenak (maaf, masih belajar motret makanan)

Perhatian, perhatian:
1.       Bumbu harus dihaluskan bersama supaya semua rasa padu, enggak ngalor-ngidul saling mengalahkan.
2.       Jika kita menggunakan saos  Cabe Belibis, jumlah cabe segarnya bisa ditambah sesuai selera dan tidak perlu menggunakan tambahan gula karena saosnya sudah agak manis. Berbeda dengan saos Heinz yang super pedas.
3.       Kalau ada yang mau bertanya, sila bertanya di sini, atau kontak aku di akun FB Suriyah Yayah Manisz atau twitter @YayahManisz. Kalau ada yang kesulitan di tengah-tengah proses memasak, langsung telpon saja. Senang rasanya melihat orang-orang senang memasak masakan sehat dengan bahan-bahan segar buat keluarga. Saya tahu ada bumbu-bumbu instan yang sangat mudah dan cepat menggunakannya. Tapi itu bukan misi saya. 


Segera praktik yuk yuk yuk, maree . .

Yayah
Depok, 29 Juli 2012
Untuk Indonesia yang lebih baik

Kamis, 26 Juli 2012

Resep Telur Keju Kemangi Kukus Istimewa

Resep Telur Keju Kemangi Kukus Istimewa


Bahan utama:
4 butir teluar ayam negeri, buang cangkangnya

Bahan Bumbu:                                                                                                        
2 batang cabe merah, iris halus
2 buah cabe rawit hijau, iris halus
1 batang daun kemangi, ambil daunnya saja, buang batangnya
2 siung bawang putih, iris halus
2 siung bawang merah, iris halus
2 X 5cm keju craft, dipotong dadu 1x1cm (boleh 2X10 cm kejunya, silakan, sesuai selera)
Satu sendok the penuh  garam laut atau sesuai selera
Penyedap rasa sesuai selera, bagi yang suka penyedap rasa

Cara mengolahnya mudah:
1.    Masukkan kuning dan putih telur ke dalam aluminium foil atau Loyang aluminium biasa yang sudah diolesi mentega
2.    Masukkan semua bumbu ke dalam telur secara merata, lalu kocok pelan  sampai putih dan kuning telur tercampur, dan semua bumbu terbalut telur dengan baik.
3.    Kukus dalam panci tertutup dengan api besar selama 15 menit, lalu angkat dan  biarkan telur adem/dingin. ‘Telur Keju Kemangi Kukus Istimewa’ siap dinikmati dengan dipotong sesuai selera.

Perhatian, perhatian, mohon perhatian . .  
Kalau menginginkan jumlah yang lebih besar, misalnya telur 8, sesuaikan jumlah bahan lainnya. 


Urusan kukus mengukus, bisa juga adonan yang sudah siap dikukus dalam cetakan-cetakan kecil yang bervariasi dan akan tampak manis. Jika dikukus dalam cetakan kecil, waktu kukusnnya lebih sebentar. 

Selamat mencoba, maree maree . .

Yayah
Depok, 27 Juli 2012
Untuk Indonesia yang lebih baik 

Sabtu, 21 Juli 2012

Pagi Riang, Ibu Daging Baladoku Bersenang

Pagi Riang, Ibu Daging Baladoku Bersenang



Riang pagiku,
mencium aroma ayam olahan Ibu Daging Baladoku,
pesenan ketering yang membuatnya bungah sumringah.

Tungku besar mengepul, mengantarkan harum kuliner pesanan Ramadhan:
Ayam ungkep sepenuh periuk raksasa dengan bumbu tradisional,
Kuning cerah secerah hati Ibu Daging Balado yang ketiban rejeki tumpah:
Orang-orang memesan nasi boks dalam jumlah jumbo untuk acara buka puasa di sana dan di sana.

Tungku besar satu lagi berkilap-kilap dengan api biru kemerahan,
Mengepulkan aroma keriangan ikan-ikan olahan
Yang terjajar rapi di penggorengan.

Benar
Apa lagi yang disukacitakan seorang tukang masak,
Yang mengepuli periuknya dari sekepeng dua kepeng dari upah memasak.
Yang melesakkan seduit dua duit dari tangan pusakanya,
Untuk orang-orang jauh dekat,
Yang memberinya sekepeng dua kepeng upah,
Seikat dua iikat berkah,
Untuk keluarganya serumah?

Tungku besar dan tungku besar itu masih mengepul,
Asap wangi harum masakan meliuk-liuk diterpa angin pintu belakang yang menerobos belantara masakan
Ibu balado tersenyum riang,
Aku senang.

Tuhan telah mengirim kebahagiaan
Untuk orang-orang pinggiran
Yang secara ekonomi termarginalkan.

Ulah siapa itu?
Siti Marginal? Boi Binal?
Amboi, itu belum lagi ranahku. Bukan ranahku.
Kuhanya membantu dengan bahu dan kakiku.
Urusan masa lalu salah keputusan Siti Marginal dan Boi Binal, itu bener-benr nul dari kuasaku.
Kuhanya membantu,
Lalukan yang sudah berlalu,
Yang bukan urusanku.

Riang hatiku,
Riang Ibu Daging Baladoku
Berdendang pagiku . .

Semoga . .


***Maree maree . .
1. Teman-teman yang ingin pesan Daging Balado, Kering Kentang, dan Sambal Teri, please let me know ya. Semua mak Nyusss. Masakan kami tidak menggunakan bahan pengawet apapun. Kami mengandalkan teknis memasak dan bahan berkualitas untuk menjaga makanan tahan lama. 
Khusus Sambal Teri yang bikin aku sendiri. Super khusus! Mau?

2. Pesan di sini: @YayahManisz dan FB: Suriyah Yayah Manisz. Pesanan berlaku kapan saja: sebelum puasa, pas puasa, setelah lebaran, kapan saja.

3. Setiap pesan 1 bungkus Kering Kentang Rp40.000+OKI sama dengan  menyumbang Rp10.000 untuk Ibu yang memasaknya.

4. Setiap pesan 1 kilo Daging Balado Rp190.000+OKI sama dengan menyumbang Rp20.000 untuk Ibu Yang Sama. Beliau adalah salah satu Ibu binaanku, supaya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Semua bahan modal dan pemasaran saya dan teman-teman yang menjalankan. 


5. Ibu Daging Balado tidak boleh menikmati kerugian apapun. Tugas beliau adalah masak dan terima bayaran. Elok kan?

6. Pesanan diantar via Tiki JNE atau diambil langsung oleh pemesan.

7. Sebaik-baik kita adalah yang bermanfaat bagi sesama. Maree maree . .




Yayah
Depok, 22 Juli 2012
Untuk Indonesia yang lebih baik

Selasa, 17 Juli 2012

Isa Lahir pada Musim Panas, antara Juni - Juli - Agustus?

Isa Lahir pada Musim Panas, antara Juni - Juli - Agustus?  


Kawans, kini saatnya bercerita wilayah Yayah dan sekitarnya. 

Topik yang kuambil kali ini, karena memasuki musim panas bulan Juli, adalah sekelumit cerita di Alquran yang berhubungan dengan musim panas, sekitar bulan Juni, Juli, dan Agustus. Apakah gerangan itu? Ini dia: "Seputar waktu kelahiran Isa Putra Bunda Maryam yang diceritakan Allooh dalam Kitab Alquran Surat Maryam ayat 23 - 26." 

Begini ceritanya: 

Pada detik-detik merasakan rasa sakit menjelang kelahiran Nabi Isa, Maryam terpaksa bersandar pada pangkal pohon kurma dan hampir putus asa. Setelah melahirkan Nabi 'Isa, Maryam diperintahkan Allooh melalui malaikat Jibril untuk menggoyang pangkal pohon kurma tempatnya bersandar supaya buah yang masak jatuh dan bisa ia makan. 

Secara keilmuan buah kurma masak, sehingga bisa jatuh dan siap dimakan, itu jatuh pada musim panas, yang jatuh pada bulan-bulan Juni, Juli, dan Agustus. Jadi, kemungkinannya, Nabi Isa lahir sekitar bulan-bulan itu.

Kita simak yang berikut:

"Kemudian, rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, 'Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.'

Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati karena sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Makan, minum, dan bersenanghatilah engkau (Maryam)." (Quran Surat Maryam: 23-26)



Bagaimana menurutmu, Kawans? 


Maree maree . . 

Yayah
Depok, 18 Juli 2012
Untuk Indonesia yang lebih baik